overthinking

Overthinking? Cobalah 5 cara ini untuk mengatasinya

Overthinking adalah kondisi dimana otak kita berpikir berlebihan mengenai satu atau banyak persoalan.

overthinking

Saya adalah satu dari sekian banyak orang yang mengalami permasalahan ini, yups.. overthinking memang bisa terjadi pada siapapun. Dan yang menjadi objek dari proses thinking tersebut tidak selalu soal-soal yang besar. Soal remeh-temeh pun bisa menjadi pemicunya.

Awalnya saya mengira overthinking adalah sesuatu yang normal sehingga saya tidak pernah mempermasalahkan soal tersebut. Namun saya menyadari ada yang berubah pada diri saya, mulai dari jam tidur yang semakin mundur, produktivitas berkurang, anxiety atau kecemasan, Analysis paralysis, dan lain sebagainya.

Menyadari perubahan tersebut, saya mencoba mencari rujukan tentang kebiasaan saya tersebut dan saya baru memahami bahwa overthinking bisa menjadi berbahaya dan bahkan sampai bisa menyebabkan stres dan depresi.

Bagi kalian yang mengalami problem serupa jangan khawatir! Saya telah membuat list tentang 5 cara untuk mengatasinya sehingga overthinking yang saya alami berkurang secara drastis.

  1. Meditasi

Menurut wikipedia meditasi adalah praktik relaksasi yang melibatkan pelepasan pikiran dari semua hal yang menarik, membebani, maupun mencemaskan dalam hidup kita sehari-hari.

Dengan melakukan meditasi, beban pikiran yang berlebihan akan berkurang sehingga batin kita akan menjadi lebih tenang.

Mungkin sebagian masyarakat kita belum terbiasa dengan praktik meditasi bahkan menganggapnya sebagai kegiatan yang membuang-buang waktu sehingga jarang sekali meditasi menjadi alternatif pilihan ketika kita ingin meraih ketenangan. Namun dengan kultur agama yang kuat di masyarakat, ketika meditasi bukan menjadi pilihan utama maka berdzikir bisa menjadi pilihan yang tepat untuk solusi masalah ini.

Artinya selain meditasi, dengan pendekatan yang lebih agamis, berdzikir juga bisa menjadi cara agar kita bisa mengatasi overthinking.

 

  1. Relationship & Friendship

Dengan siapa kita menghabiskan waktu sehari-hari juga bisa menjadi penyebab munculnya overthinking.

Hubungan yang tidak sehat /unhealthy relationship seringkali membuat kita merasa tidak nyaman dengan diri kita sendiri. Berbagai tuntutan yang membuat kita berpikir ulang tentang kebenaran yang kita yakini dapat menjadi faktor pemicu overthinking.

 

Begitupun dengan hubungan pertemanan kita. Tak jarang seseorang yang berada dalam lingkaran pertemanan yang kurang tepat, merasa tidak nyaman dengan dirinya sendiri. Entah karena body shaming, bullying atau pergaulan yang menyesatkan, akan menjadikan jalan hidup yang ditempuh menjadi banyak penyesalan. Sedangkan penyesalan adalah salah satu bahan bakar yang cukup kuat bagi para overthinker.

 

Maka jika kalian mengalami overthinking yang kian memburuk, tidak ada salahnya kalian berpikir ulang tentang relatinship maupun friendship yang sedang kalian jalani.

 

Baca Artikel menarik lainnya : Quarterlife crisis & peran media

 

  1. Loneliness

Kesendirian akan memancing berbagai pikiran untuk masuk kedalam tengkorak kepala kita yang kecil.

 

Bagi overthinker kesendirian bagaikan selembar kanvas kosong dimana kuas-kuas cat penuh warna akan tertarik untuk menari diatasnya. Karena seorang overthinker memang tidak pandai dalam mengatur dan memilih warna apa yang akan di goreskan. Hasilnya, kanvas itu menjadi penuh sesak dengan tumpukan warna tanpa harmoni yang indah.

 

Artinya.. bagi seorang overthinker sebisa mungkin hindarilah kesendirian, karena saat sendiri pikiran kita akan cenderung lebih banyak berpikir, dan kadang kita tidak bisa mengontrol pikiran kita sendiri, sehingga mulai dari persoalan masa lalu, hari ini, hingga masa depan akan memenuhi rongga otak kita.

 

  1. Present Moment

Present moment adalah dimana kondisi pikiran dan tubuh kita berada dalam satu waktu yang sama dan dalam keadaan sadar.

 

Seorang overthinker sering menempatkan pikirannya tidak pada seharusnya. Mereka berpikir tentang masa yang telah terlewat. Dimana banyak penyesalan yang terukir pada masa itu. Jika kalian menjadi overtinking karena persoalan masa lalu, maka jalan terbaik buat kalian adalah move on. Kalian harus bisa berdamai dengan masa lalu seburuk apapun itu.

 

Menempatkan pikiran tidak pada tempatnya juga berlaku pada seseorang yang berpikir berlebihan tentang masa depan. Tidak peduli itu adalah kecemasan ataupun optimisme, jika pikiran kita hari ini tidak berada pada tempat dan waktunya, kita telah berlaku tidak adil pada diri sendiri. Karena kita hidup pada masa sekarang, saat ini, maka seharusnya kita berfokus pada yang kita kerjakan sekarang.

Jangan bebani pikiran kita dengan sesuatu yang belum terjadi/ masa depan, terlebih lagi pada sesuatu yang telah terjadi dan tidak bisa kita ubah/ masa lalu.

 

  1. Analisa dan tulis

Sering kali kita berpikir ngalor-ngidul namun tidak menemukan apa-apa. Kita berpikir tentang keresahan-keresahan hidup yang kita alami namun hanya berakhir pada proses berpikir itu sendiri. Kebiasaan ini mengakibatkan kita akan mengulangi proses berpikir yang sama, berulang-ulang tanpa conclusion yang kita peroleh.

 

Mulai sekarang setiap kita punya keresahan, cobalah untuk melakukan analisa penyebab keresahan itu muncul dan solusi atas keresahan tersebut. Mungkin kita tidak dapat menyelesaikannya dalam sekali duduk, namun seperti apapun perkembangannya cobalah untuk menuliskannya.

 

Jadi setiap kali pikiran kita terpancing pada soal yang sama, mulailah dengan membaca catatan tersebut.  Sehingga kita bisa mulai berpikir dari step yang sudah kita capai, maka kita tidak akan terjebak pada perulangan-perulangan yang menjadi penyebab overthinking.

 

Demikian 5 cara yang bisa kita lakukan untuk mengatasi overthinking. Apabila artikel ini bermanfaat, silahkan like dan share ke teman-teman kalian, semoga semakin bermanfaat.

Leave a Reply

%d bloggers like this: